Minggu, 05 Mei 2013

MAKALAH SISTEM PERNAPASAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pernapasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup  udara dari luar yang mengandung (oksigen) serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Penghisapan udara ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi.
Jadi dalam paru – paru terjadi pertukaran zat antara oksigen yang ditarik dari udara masuk kedalam darah dan CO2  dikeluarkan dari darah secara osmosis. Seterusnya CO2 akan dikeluarkan melalui traktus respiratoris ( jalan pernapasan ) dan masuk kedalam tubuh melalui kapiler–kapiler vena pulmonalis kemudian masuk keserambi kiri jantung (atrium sinistra) – ke aorta – seluruh tubuh ( jaringan – jaringan dalam sel-sel),  disini terjadi oksidasi (pembakaran). Sebagai ampas (sisanya) dari pembakaran adalah CO2 dan saat ini dikeluarkan melalui peredaran vena masuk kejantung (serambi kanan/atrium dekstra) – kebilik kanan (ventrikel dekstra) dan dari sini keluar melalui arteri pulmonalis kejaringan paru-paru. Akhirnya dikeluarkan menembus lapisan epitel dan alveoli.proses pengeluaran CO2ini adalah sebagian dari sisa metabolism lainnya akan dikeluarkan melalui traktus urogenitalia dan kulit.
B.   Rumusan Masalah
1.     Pengertian Sistem Pernapasan
2.     Guna Pernapasan


BAB II
PEMBAHASAN

A.    SISTEM PERNAPASAN
Pernapasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup  udara dari luar yang mengandung (oksigen) serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Penghisapan udara ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi.
Jadi dalam paru – paru terjadi pertukaran zat antara oksigen yang ditarik dari udara masuk kedalam darah dan CO2  dikeluarkan dari darah secara osmosis. Seterusnya CO2 akan dikeluarkan melalui traktus respiratoris ( jalan pernapasan ) dan masuk kedalam tubuh melalui kapiler–kapiler vena pulmonalis kemudian masuk keserambi kiri jantung (atrium sinistra) – ke aorta – seluruh tubuh ( jaringan – jaringan dalam sel-sel),  disini terjadi oksidasi (pembakaran). Sebagai ampas (sisanya) dari pembakaran adalah CO2 dan saat ini dikeluarkan melalui peredaran vena masuk kejantung (serambi kanan/atrium dekstra) – kebilik kanan (ventrikel dekstra) dan dari sini keluar melalui arteri pulmonalis kejaringan paru-paru. Akhirnya dikeluarkan menembus lapisan epitel dan alveoli.proses pengeluaran CO2ini adalah sebagian dari sisa metabolism lainnya akan dikeluarkan melalui traktus urogenitalia dan kulit.
Setelah udara dari luar diproses didalam hidung masih terjadi perjalanan panjang menuju paru-paru(sampai alveoli). Pada laring terdapat epiglottis yang berguna untuk menutup laring sewaktu menelan, sehingga makanan tidak masuk ke trakea, sedangkan waktu bernapas epiglotis terbuka begitu seterusnya. Jika makanan masuk kedalam laring maka kita mendapat serangan batuk, untuk mencoba mengeluarkan makanan tersebut dari laring. Selain itu dibantu oleh adanya bulu-bulu getar silia yaitu untuk menyaring debu-debu, kotoran dan benda asing.adanya benda asing/kotoran tersebut memberikan ransangan kepada selaput lendir dan bulu-bulu getar sehingga terjadi bersin, kadang terjadi batuk. Akibatnya benda asing/kotoran tersebut bisa dikeluarkan melalui hidung dan mulut. Dengan kejadian tersebut diatas udara yang masuk  kedalam alat-alat pernafasan benar-benar bersih.
Tetapi kalau kita bernapas melalui mulut,udara yang masuk kedalam paru-paru tidak dapat disaring, dilembabkan/hidung dihilangkan,ini bisa mengakibatkan gangguan terhadap tubuh.dan sel-sel bersilia (bulu-bulu getar) dapat rusak apabila adanya gas beracun dan dalam keadaan dehidrasi.namun dalam keadaan tertentu diharapkan kita bernapas melalui mulut,misalnya pada operasi hidung, pengangkatan polip, karena setelah operasi pada kedua hidung di isi tampon sehingga bernapas melalui mulut tidak merugikan.
B.     GUNA PERNAPASAN
1.      Mengambil oksigen yang kemudian di bawah oleh darah keseluruh tubuh(sel-selnya) untuk mengadakan pembakaran
2.      Mengeluarkan karbon dioksida yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran,kemudian dibawa oleh dara ke paru-paru untuk dibuang(karena tidak berguna lagi oleh tubuh)
3.      Menghangatkan dan melembabkan udara





C.    ORGAN PERNAPASAN
1.Hidung
      Hidung atau naso atau nasal merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang (kavum nasi) dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi).didalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara,debu dan kotoran yang masuk kedalam lubang hidung.
1  .Bagian luar dinding terdiri dari kulit
2  .Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan
3.Lapisan dalam terdiri dari selaput lender yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung (konka nasalis),yang berjumlah 3 buah yaitu:
a. Konka nasalis inferior (karang hidung bagian bawah)
b.Konka nasalis media (konka hidung bagian tengah)
c. Konka nasalis superior (karang hidung bagian atas)
Diantara konka ini terdapat 3 buah lekukan meatus yaitu meatus superior (lekukan bagian atas), meatus medialis (lekukan bagian tengah),dan meatus inferior(lekukan bagian bawah). Meatus-meatus inilah yang dilewati oleh udara pernapasan,sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak, lubang ini disebut koana.dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas,ke atas rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranalis,yaitu sinus maksilaris pada rongga rahang atas,sinus frontalis pada rongga tulang dahi,sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji dan sinus etmodialis pada ronggatulang tapis.
Pada sinus etmodialis, keluat ujung-ujung saraf penciuman yang menuju ke kongka  nasalis. Pada konka nasalis terdapat sel-sel penciuman, sel tersebut  terutama terdapat dibagian atas. Pada hidung  di bagian atas. Pada hidung di bagian mukosa terdapat serabut saraf atau reseptor dari sarap penciuman (nervus olfaktorius).
Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit-langit terdapat satu lubang pembuluh yang menghubungkan tekak dengan rongga pendengaran tengah. Saluran ini disebut tuba auditiva eustaki yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan laring. Hidung juga berhubungan dengan saluran air mata disebut tuba lakrimalis.

  Fungsi hidung
1.      Bekerja sebagai saluran udara pernapasan
2.      Sebagai penyaring udara pernapasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung
3.      Dapat menghangatkan udara pernapasan oleh mukosa
4.      Membunuh yang masuk bersama udara pernapasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lender (mukosa) atau hidung.

2.Faring
Tekak atau faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan,terdapat di bawah dasar tengkorak,di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Hubungan faring dengan organ –organ lain: ke atas berhubungan dengan rongga hidung,dengan perantaraan lubang yang bernama koana; ke depan berhubungan dengan rongga mulut,tempat berhubungan ini bernama istmus fausium; ke bawah terdapat 2 lubang;ke depan lubang laring;kebelakang  lubang esophagus. Di bawah selaput lender terdapat jaringan ikat,juga di beberapa tempat terdapat folikel getah bening. Perkumpulan getah bening ini dinamakan adenoid. Disebelahnya terdapat 2 buah tonsil kiri dan kanan dari tekak. Disebelah terdapat epiglottis (empang tenggorok) yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan.
Rongga tekak dibagi dalam 3 bagian:
a.       Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana disebut nasofaring
b.      Bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut eroparing
c.       Bagian bawah sekali dinamakan laringofaring

3.Laring
Laring atau pangkal tenggorok merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara, terletak didepan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk kedalam trakea dibawahnya. Pangkal tenggorok itu dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang disebut epiglottis,yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring.
   Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain:
a.       Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun (adams apple)sanagt jelas terlihat pada pria
b.      Kartilago aritenoid (2 buah) yang berbentuk beker
c.       Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin
d.      Kartilago epiglottis (1 buah)
e.       Proses pembentukan suara
Terbentuknya suara merupakan hasil dari kerja sama antara rongga mulut, rongga hidung,laring,lidah dan bibir.pada pita suara palsu tidak terdapat otot,oleh karena itu pita suara ini tidak dapat bergetar,hanya antara kedua pita suara tadi dimasuki oleh aliran udara maka tulang rawan gondok dan tulang rawan bentuk beker tadi diputar.akibatnya pita suara dapat mengencang dan mengendor dengan demikian sela udara menjadi sempit atau luas.
Pergerakan dibantu oleh otot-otot laring,udara yang dari paru-paru dihembuskan dan menggetarkan pita suara.getaran ini diteruskan melalui udara yang keluar masuk. Perbedaan suara seseorang bergantung pada tebal dan panjangnya pita suara.paita suara jauh lebih tebal dari pada pita suara wanita.

4.            TRAKEA
Trakea atau batang tenggorok merupakan lanjutan dari laring yang di bentuk oleh 16 sampai 20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C).sebelah dalam diliputi oleh selaput lender yang berbulu getar yang disebut sel bersilia,hanya bergerak kea rah luar.panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan yang dilapisi oleh otot polos. Kapasitas paru-paru merupakan kesanggupan paru-paru dalam menampang udara di dalamnya.kapasitas paru-paru dapat di bedakan sebagai berikut:
1)      Kapasitas total,yaitu jumlah udara yang dapat mengisi paru-paru pada inspirasi sedalam dalamnya.dalam hal ini angka yang kita dapat tergantung pada beberapa hal:kondisi paru-paru,umur,sikap dan bentu seseorang
2)      Kapasitas vital,yaitu jumlah udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi maksimal
Dalam keadaan yang normal kedua paru-paru dapat menampung udara sebanyak kurang lebih 5 liter.waktu ekspirasi,didalam paru-paru masih tertinggal 3 liter udara pada waktu kita bernapas biasa,udara yang masuk ke dalam paru-paru 2.600 cm (2 liter).jumlah  pernapasan dalam keadaan normal orang dewasa 16-18 kali/menit,anak-anak kira-kira 30kali/menit.
Dalam keadaan tertentu keadaan tersebut akan berubah,misalnya akibat dari suatu penyakit ,pernapasan biasanya bertambah cepat dan sebaliknya.beberapa hal yang berhubungan dengan pernapasan:
1.      Batuk,menghembuskan napas dengan tiba-tibayang kekuatnnya luar biasa,akibat dari salah satu ransangan baik yang berasal dari luar maupun dari dalam.misalnya dari luar bahan-bahan kimia yang meransang selaput lender dijalan pernapasan
2.      Bersin,pengeluaran napas dengan tiba-tiba akibat dari teransangnya selaput lendir hidung,dalam hal ini udara keluar dari hidung dan mulut

Proses Terjadinya Pernapasan
Terbagi dalam 2 bagian yaitu inspirasi (menarik napas) dan ekspirasi (menghembuskan napas).bernapas berarti melakukan inspirasi dan ekspirasi secara bergantian,teratur,berirama dan terus –menerus.bernapas merupakan gerak reflex yang terjadi pada otot-otot pernapasan.refleks bernapas ini diatur oleh pusat pernapasan yang terletak di dalam sum-sum penyambung (medulla blongta).oleh karena seseorang dapat menahan, memperlambat atau mempercepat napasnya,ini berarti bahwa reflex bernapas juga berada di bawah paengaruh korteks serebri.pusat pernapasan sangat peka terhadap kelabihan kadar CO2 dalam darah dan kekurangan dalam darah.inspirasi terjadi bila muskulus diafragma telah mendapat ransangan dari nervus frenikus lalu mengerut datar.
Muskulus interkostalis yang letaknya miring,setelah mendapat ransangan  kemudian mengerut dan tulang iga (kosta) menjadi datar.dengan demikian jarak antara sternum (tulang dada)dan vertebra semakin luas dan melebar.rongga dada membesar maka pleura akan tertarik,yang menarik paru-paru sehingga tekanan udara di dalamnya berkurang dan masuklah udara dri luar.
Ekspirasi,pada suatu saat otot-otot akan kendor lagi (diafragma akan menjadi cekung,muskulus interkostalis miring lagi) dan dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali,maka udara didorong ke luar.jadi proses repirasi atau pernapasan ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru.
Pernapasan dada.pada waktu seseorang bernapas,rangka dada terbesar bergerak,pernapasan ini dinamakan pernapasan dada ini terdapat pada rangka dada yang lunak,yaitu pada orang-orang muda dan pada perempuan
Pernapasan perut.jika pada waktu bernapas diafragma turun naik,maka ini dinamakan pernapasan perut.kebanyakan pada orang tua,karena tulang rawannya tidak begitu lembek dan bingkas lagi yang disebabkan oleh banyak zat kapur menendad di dalamnya dan ini banyak ditemukan pada pria

D.    FISIOLOGI PERNAPASAN
a.       Pernapasan Pulmoner                                              
Merupakan pertukaran oksigen dan karbon di oksida terjadi pada paru-paru.
Pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan eksterna,oksigan diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernapas dimana oksigen masuk melalui trakea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonar,alveoli memisahkan oksigen dari darah,oksigen menembus membran,di ambil oleh sel darah merah di bawa ke jantung dan dari   jantung dipompakan masuk keseluruh tubuh.
Didalam paru-paru karbon di oksida merupakan hasil buangan menembus membrane alveoli,dari kapiler darah di keluarkan melalui pipa bronkus berakhir sampai pada mulut danhidung.
Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmonar antara lain:
a.       Ventilasi pulmonar,gerakan pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar
b.      Arus darah melalui paru-paru,darah mengandung oksigen masuk keseluruh tubuh,karbon dioksida dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru
c.       Distibusi arus udara dan arus darah sedemikian rupa dengan jumla yang tepat yang bisa dicapai untuk semua bagian.
d.      Difusi gas yang menembus membrane alveoli dan kapiler karbondioksida lebih mudah berdifusi dari pada oksigen.
Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida,konsentrasi dalam darah mempengaruhi dan meransang pusat pernapasan terdapat dalam otak untuk memperbesar kecepatan dalam pernapasan sehingga terjadi pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 lebih banyak.

b.      Pernapasan Jaringan (pernapasan interna)
Darah merah (hemoglobin) yang banyak mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk kedalam jaringan akhirnya mencapai kapiler,darah mengeluarkan oksigen kedalam jarring,mengambil karbon dioksida untuk di bawa ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernapasan eksterna.
1.      Daya Muat Paru-Paru
Besarnya daya muat udara dalam paru-paru 4500 ml – 5000 ml (4,5- 5 liter). Udara yang dip roses dalam paru-paru (inspirasi dan ekspirasi) hanya 10%, kurang lebih 500 ml disebut juga udara pasang surut ( tidal air) yaitu yang di hirup dan yang di hembuskan pada pernapasan biasa.
2.   Pengendalian Pernapasan
Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh 2 pakto utama yaitu kimiawi dan pengendalian saraf.adanya faktor tertentu,meransang pusat prnapasan yang terletak didalam medulla oblongata,kalau dirangsang  mengeluarkan impuls yang disalurkan melalui saraf spinalis ke otot pernapasan (otot diafragma atau inter kostalis).


3.      Pengendalian Oleh Saraf
Pusat otomatik dalam medulla oblongata mengehlarkan impuls eferen ke otot pernapasan,,melalui radik saraf servikalis diantarkan ke diafragma oleh saraf prenikus. Impuls ini menimbulkan kontraksi ritmik pada otot diafragma dan interkostalis yang kecepatannya kira-kira 15 setiap menit.
Pengendalian secara kimia. Pengendalian dan pengaturan secara kimia meliputi: frekuensi kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan,pusat pernapasan dalam sum-sum sangat pekah,sehingga kadar alkali harus tetap dipertahankan,karbondioksida adalah produksi asam dari metabolism dan ballan  kimia yang asam ini meransang pusat pernapasan untuk ,mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan
4.      Kecepatan Pernapasan
Pada wanita lebih tinggi dari pada pria,pernapasan secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi dan kemudian istirahat,pada bayi ada kalanya terbalik,inspirasi istirahat-ekspirasi, disebut juga pernapasan terbalik.
5.      Kebutuhan Tubuh Terhadap Oksigen
Oksigen dalam tubuh dapat diatur menurut keperlua,manusia sangat membutuhkan oksigen dalam hidupnya kalau tidak mendapatkan oksigen selama 4 menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat di perbaiki dan bisa menimbulkan kematian, kalau penyediaan oksigae berkurang akan menimbulkan kacau pikiran dan anoksiaserebralis misalnya orang bekerja pada ruangan yang sempit,tertutup,ruang kapal,ketel uap dan lain-lain.
Bila oksigen tidak mencukupi maka warna darah merahnya hilang berganti kebiru-biruan misalnya yang terjadi pada bibir,telinga,lengan dan kaki disebut sianosis.

6.      Dinamika Pernapasan
     Tekanan udara mendesak melalui saluran pernapasan menekan paru-paru ke arah dinding torak,tekanan dalam ruang pleura mencegah paru-paru menyusut dari dinding toraks dan memaksa paru-paru untuk mengikuti pergerakan pernapasan dinding toraks dan diafragma,tekanan ini meningkat pada waktu inspirasi dan gerakan pernapasan ini dihasilkan oleh otot pernapasan (galang bahu).
     Waktu ekspirasi serat otot diafragma yang relaksasi muncul tinggi menuju diafragma membebaskan ruang pelengkap diantara diafragma dan dinding toraks.
E.     SISTEM PERNAPASAN TIDAK BERPARTISIPASI DALAM SEMUA LANGKAH RESPIRASI

     Fungsi utama pernapasan adalah untuk memperoleh O2 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dan mengeliminasi CO2 yang di hasilkan oleh sel. Namun dalam fisiologi pernapasan memiliki makna yang lebih luas  yaitu:
RESPIRASI INTERNAL  atau SELULER mengacu kepada proses metabolism intrasel yang berlansung didalam metakondria yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama penyerapan energy dari molekul nutrient.
Respirasi Eksternal  mengacu kepada keseluruhan rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh.
Dalam pernapasan  eksternal meliputi  empat langkah yaitu:
1.      Udara secara bergantian bergerak masuk keluar paru sehingga dapat terjadi pertukaran antara atmosfer (linkungan eksternal) dan kantung udara (alveolus) paru.
2.      Oksigen dan CO2 dipertukarkan antara udara di alveolus dan darah didalam kapiler pulmonalis (pulmonalis mengacu kepada paru)melalui proses difusi.
3.      Oksigen dan CO2 diangkut oleh darah antara paru dan jaringan
4.      Pertukaran O2 dan CO2 terjadi antara jaringan dan darah melalui proses difusi melintasi kapiler sistemik(jaringan).
System pernapasan juga melakukan fungsi nonrespirasi lain sebagai berikut:
a.       Menyediakan jalan untuk mengeluarkan air dan panas.
b.      Meningkatkan aliran balik vena
c.       Berperan dalam memelihara keseimbangan asambasa normal dengan mengubah jumlah CO2 penghasil asam yang dikeluarkan .
d.      Memungkinkan kita berbicara,menyanyi dan vokalisasi lain.
e.       Mempertahankan tubuh dari invasi bahan asing
f.       Mengeluarkan, memodifjkasi,mengaktifkan,atau menginaktifkan berbagai bahan yang melewati sirkulasi par

F.      MEKANIKA PERNAPASAN
Udara mengalir masuk dan keluar paru selama proses bernapas dengan mengikuti penurunan gradien tekanan yang berubah berselang seling antara alveolus dan atmosfer akibat aktifitas siklik otot-otot pernapasan.terdapat tiga tekanan berbeda yang penting pada ventilasi yaitu:
1.      Tekanan atmosfer (barometric)adalah tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer terhadap benda-benda di permukaan bumi
2.      Tekanan intra – alveolus, yang juga dikenal sebagai tekanan intrapulmonalis,adalah tekanan didalam alveolus.
3.      Tekanan intrapleura adalah tekanan didalam kantung peura. Tekanan ini juga dikenal sebagai    tekanan intratoraks,yaitu tekanan yang terjadi diluar paru didalam rongga toraks.
Perlu diketahui bahwa terdapat hubungan timbale balik antara gradient tekanan trans mular dan tekanan intrapleura subatmosper. Paru tergang dan toraks tertekan karena terdapat gradient tekanan trans mular di kedua dinding akibat adanya tekanan intrapleura subatmosfer.tekanan intrapleura,sebaliknya,bersifat subatmosfer karena paru yang teregang dan toraks yang tertekan cenderung saling menjauhi satu sama lain,sedikit mengembangkan rongga pleura dan menurungkan tekanan intrapleura dibawah tekanan atmosfer.
Bulk flow udara kedalam dan keluar paru terjadi karena perubahan siklis tekanan intra alveolus yang secara tidak lansung ditimbulkan oleh aktifitas otot pernapasa.
Karena udara mengalir mengikuti penurunan gradient tekanan,tekanan intra-alveolus harus lebih rendah dari pada tekanan atmosper agar udara mengalir keparu selama inspirasi.
Marilah kita mengikuti perubahan yang terjadi selama satu siklus pernapasan – yaitu, satu tarikan nafas (inspirasi) dan satu pengeluaran napas (ekspirasi). Sebelum inspirasi dimulai,otot-otot pernapasan melemas,tidak ada udara yang mengalir,dan tekanan intra – alveolus setara dengan tekanan atmosfer.
Otot inspirasi utama adalah diafragma, suatu lembaran otot rangka yang membentuk dasar ronnga toraks dan di persarafi oleh saraf frenikus.
Dinding abdomen,jika melemas, dapat terligat menonjol kedepan sewaktu inspirasi karena diafragma yang turun mendorong isi abdomen kebawa dan kedepan. Terdapat dua set otot inter kostalis (inter berarti antara kosta berarti iga; antara iga),yang terletak di antara iga – otot antariga eksternal berada diatas otot antariga internal. Sewaktu otot antariga eksternal,yang serat-seratnya berjalan kearah bawah dan depan antara iga-iga yang berdekatan,berkontraksi,iga terangkat keatas dan keluar dan semakin memperbesar rongga toraks dalam dimensi  anteroposterior (depan-kebelakang) dan latrolateral(sisi- ke-sisi) otot antariga diaktifkan oleh saraf inter kostalis.
Inspirasi yang lebih dalan( lebih banyak darah yang masuk) dapat dilakukan dengan mengkontraksikan diafragma dan otot antariga eksternal secara lebih kuat dan dengan mengaktifkan otot-ototinspirasi (accesori insfiratori muscles ) untuk semakin memperdesak rongga toraks.
Dalam keadaan normal,ekspirasi adalah suatu proses pasif karena terjadi akibat penciutan elastic paru saat otot-otot inspirasi melemas tanpa memerlukan kontraksi otot atau pengeluaran energy. Sebaliknya, inspirasi selalu aktif, karena hanya ditimbulkan oleh kontraksi otot-otot inspirasi dan menggunakan energy.untuk mengosongkan paru secara lebih sempurna dan lebih cepat dari pada yang terjadi selama bernafas tenang, ekspirasi dapat menjadi aktif.tekanan intra alveolus harus semakin ditingkatkan diatas tekanan admosfer dibandingkan dengan yang dapat ditimbulkan oleh relaksasi otot inspirasi dan penciutan paru.untu melakukan ekspirasi aktif atau paksa, otot ekspirasi harus berkontraksi untuk semakin mengurangi volume rongga toraks dan p aru. Otot ekspirasi terpenting adalah (yang mulanya tampaknya sulit di percaya) adalah otot-otot didinding abdomen sewaktu otot-otot abdomen ini berkontraksi, terjadi peningkatan tekanan intra-abdomen yang menimbulkan gaya keatas pada diafragma,mengakibatkan diafragma semakin terangkat kerongga toraks di bandingkan dengan posisi istirahatnya, sehingga semakin memperkecil ukuran vertical rongga toraks.otot-otot ekspirasi lain adalah otot antariga internal, yang kontraksinya menarik iga-iga ke bawah dan kedalam, meratakan dinding dada dan semakin memperkecil ukuran rongga toraks; aksi otot-otot ini berlawanan dengan aksi otot antariga eksternal.untuk mengisi volume rongga toraks yang lebih kecil; yaitu, paruh di bolehkan menciut lebih kecil.
Tekanan intra alveolus menjadi semakin meningkat karena udara didalam paru ditempatkan didalam volume yang lebih kecil. Perbedaan antara tekanan intra alveolus dan etmosper menjadi semakin besar dibandingkan saat ekspirasi pasif,sehingga lebih banyak udara keluar mengikuti penurunen gradient tekanan sebelum keseimbangan tercapai.
Saluran Pernapasan Menjadi Sangat Penting Dalam Menentukan Laju Aliran Apabila Saluran Pernapasan Mengalami Penyempitan Akibat Proses Penyakit
Dalam keadaan normal,penyesuaian ukuran saluran pernapasan dapat dilakukan oleh pengaturan system saraf otonom agar memenuhi kebutuhan tubuh. Stimulasi parasimpatis,yang terjadi selama situasi tenang dan rileks saat kebutuhan akan aliran udara tidak tinggi, meningkatkan kontraksi otot polos bronkiolus,yang meningkatkan resistensi saluran pernapasan dengan menimbulkan bronkokonstriksi. Sebaliknya, stimulasi simpatis dan dalam tingkat yang lebih besar hormon terkaitnya, epinefrin, menimbulkan bronkodilatasi (bronkodilatsi) dan penurunan resistensi saluran pernapasan dengan menyebebkan relaksasi otot polos bonkiolus.
Bronchitis kronik adalah peradangan kronik saluran pernapasan bagian bawah. Yang umumnya dicetuskan oleh pajanan berulang ke asap rokok. Udara berpolusi, atau allergen. Sebagai respons terhadap iritasi kronik, saluran pernapasan menyempit akibat penebalan edematosa kronik bagian dalam saluran pernapasan, disertai produksi berlebihan mucus yang kental.
Kolapsnya Saluran Pernapasan Selama Saluran Ekspirasi Paksa
a.       Pernapasan normal tenang, selama resistensi saluran pernapasan sedemikian rendah, sehingga tidak terjadi penurunan tekanan akibat gesekan didalam saluran pernapasa.
b.      Ekspirasi paksa maksimum, selama tekanan intra alveolus dan tekanan intrpleura meningkat mencolok.
c.       Olahraga rutin walaupun tekanan intrapleura meningkat selama ekspirasi aktif, tekanan saluran pernapasan tidak turun dibawah tekanan intrapleura sampai ditingkat pada saat saluran pernapasan dijaga terbuka oleh cincin tulang rawan, sehingga saluran pernapasan tidak kolaps
d.      Penyalkit paru obstruktif



















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar